Posted by & filed under Profil Pemenang.

PROFIL PEMENANG UBC XPRESS PONTIANAK

ALL SEASON

Juara I : Hen Cuttler

Berawal dari hobi, berlanjut menjadi prestasi. Itulah yang dirasakan oleh cowok yang mengidolakan Jay Cuttler ini. Ngegym memang sudah menjadi hobinya, hingga akhirnya dengan bekal latihan intensif dan diet yang disiplin, termasuk dengan diet air yang dijalaninya, cowok kelahiran Pontianak, 26 tahun silam ini pun meraih gelar juara dengan persiapan selama 5 bulan lamanya.
Latihan punggung, perut, dan bicep adalah latihan favoritnya. Untuk urusan diet, maka ubi, dada ayam, dan daging sapi adalah menu wajibnya setiap hari. Dan untuk membantu memaksimalkan hasil pembentukan tubuhnya, penggemar warna biru dan hitam ini juga menambahkan suplemen Iso Mass Xtreme Gainer.

Juara II : Darwis

Dengan motivasi untuk menyebarkan gaya hidup sehat melalui olahraga di masyarakat, cowok kelahiran Singkawang ini pun bertekad untuk mengikuti UBC Xpress. Setelah 1 bulan persiapan, penyuka warna merah dan hijau ini akhirnya berhasil meraih pencapaian yang paling membanggakannya hingga saat ini, yaitu menjadi juara 2 dari event body contest bergengsi, UBC Xpress.
Otot punggung serta bicep dan tricep adalah bagian tubuh yang paling favorit untuk dilatihnya. Sedangkan untuk kardio, cowok yang mendalami fitnes untuk membentuk tubuh ideal sekaligus menjauhkan diri dari narkoba ini paling menggemari olahraga sepeda. Selain dengan menerapkan diet yang dijalaninya dengan disiplin, Darwis juga menambahkan Amino 2002 untuk membantu mencukupi kebutuhan protein hariannya.

Juara III : Didit

Cowok kelahiran Pontianak, 25 Maret 1982, ini mengaku bahwa sebenarnya bisa tampil di event UBC adalah sebuah kebanggaan tersendiri, sehingga keluar menjadi juara III dalam event ini pun menjadi sebuah pencapaian yang paling membahagiakan dirinya. Bagi Didit, UBC saat ini sudah berjalan dengan sangat baik dan itu membuatnya berkesan dan bangga bisa mengikutinya.
Berbekal latihan intensif serta diet rendah karbohidrat tinggi protein dan mengurangi lemak, selama 3 bulan persiapan menjelang lomba membuat penggemar Ade Rai ini berhasil memangkas lemak dan menurunkan berat badannya hingga 5 kilogram. Selain itu, suplemen Amino 2000 dan Prostar 100% Whey Protein juga ditambahkannya untuk memaksimalkan hasil program pembentukan tubuhnya.

The Best Abdominal : William

Memiliki perut sixpack merupakan sebuah kebanggaan karena memang pola latihan paling ‘berhasil’ untuknya adalah latihan otot perut. Setelah otot perut alias abdominal, bicep dan tricep menjadi 2 otot berikutnya yang paling senang dilatih cowok kelahiran Pontianak ini.
Dengan persiapan selama 1 bulan menjelang kompetisi yang diadakan di kota kelahirannya ini, melalui latihan intensif dan diet ketat, cowok yang memang hobi melakukan latihan fitnes ini pun berhasil meraih gelar The Best Abdominal.

NEW BEGINNING

Juara I : Ignatius Restu Jaya

Selama 2 bulan persiapan menjelang body contest yang sangat dinantikannya, yaitu UBC Xpress di kota kelahirannya, cowok penyuka warna abu-abu ini berhasil turun berat badan sebanyak 5 kilogram. Berawal dari kakaknya yang memiliki tubuh atletis, cowok penggemar music reggae dan slow rock ini pun termotivasi untuk mendalami dunia fitnes.
Superset dan kardio merupakan pola latihan yang dirasanya paling ‘berhasil’ untuk membentuk tubuhnya. Sedangkan untuk dietnya, cowok kelahiran 17 Oktober 1996 ini menerapkan diet low carb dan high protein. Dan untuk membantu pembentukan tubuhnya, Ignatius memilih Amino 2000 dan Ultra Ripped.
Konsisten, adalah tip sukses dari cowok yang juga suka bernyanyi dan bermain gitar ini. “Pantang menyerah! Ejekan orang adalah masukan dan nasehat untuk kita!” pesannya.

Juara II : Julianto

Mengikuti UBC Xpress untuk pertama kalinya dan langsung meraih Juara II menjadi pencapaian paling membanggakan bagi cowok yang memilih triceps sebagai bagian otot favoritnya ini. Latihan punggung, triceps, dan bahu adalah latihan yang paling disukainya.
Meski hanya menjalani persiapan selama 1 bulan, Julianto menjalani latihan dan diet dengan disiplin. “Latihan terus, jangan berhenti tanpa peduli apa kata orang!” ujar penyuka warna hitam ini berbagi tip sukses. Sedangkan saat ditanya mengenai saran terbaik yang pernah diterimanya, ia menjawab, “Teman saya, Fendi, pernah memberi saran agar saya menghadapi kompetisi ini dengan tenang dan tetap percaya diri,”.

Juara III : Pangestu Santoso

Merasa memiliki bentuk tubuh yang kurang bagus, cowok kelahiran Pontianak ini pun mulai berlatih fitnes. Dengan rajin menjalani latihan ditambah menerapkan diet tinggi protein dan rendah lemak, bahkan menjadikan nasi merah sebagai menu wajibnya setiap hari, Pangestu pun akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti UBC. Dengan persiapan dengan 1,5 bulan dan sempat turun berat badan 3 kilogram, penggemar warna hitam ini pun akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk menjadi juara.
Chest adalah bagian otot favoritnya, sehingga latihan dada pun menjadi salah satu latihan yang paling digemarinya. Bagaimana dengan jogging? Ternyata itu adalah pilihan aktivitas yang dilakukannya saat sedang galau. “Go hard or go home”. Itulah saran terbaik yang pernah diterimanya dan menjadi motivasinya selama ini.

The Best Abdominal : Andika

Lahir di Semitau, Kalimatan Barat, penggemar warna hitam ini mengawali perkenalannya dengan dunia fitnes melalui ajakan seorang teman. Meski hanya seminggu mempersiapkan diri menjelang lomba, dengan semangat untuk menjadi yang terbaik, akhirnya Andika pun berhasil meraih gelar The Best Abdominal dalam UBC Xpress ini.
Selain bangga atas prestasi yang diraihnya, ternyata cowok yang menyukai bagian otot dada dan perutnya ini sangat senang karena bisa mengharumkan nama AA Sport Gym, tempat ia berlatih. ‘Berlatih dengan giat, tetap berpikir positif, dan selalu menjadi yang terbaik‘ adalah pesannya untuk meraih sukses.